Army Die
Pukul tiga pagi saya sudah terbangun
dari tidurku untuk bersiap-siap ke markas pasukanku. Pasukanku ini adalah pasukan
dari terdiri dari gabungan beberapa Negara, dan pasukanku ini termasuk pasukan
khusus yang tidak boleh diketahui banyak orang. Setelah sampai disana tiba-tiba
pimpinanku yang bernama Jaka mengatakan bahwa kami mendapat tugas dari seorang
yang sering kami sebut dengan Big Dady, Jaka mengatakan “Saya (Jaka) tadi malam
mendapat telepon dari Big Dady bahwa kita akan membasmi seorang gangster pimpinan
Yakuza yang kabur dari Jepang bernama Takada Nasimura yang sedang bersembunyi
di Indonesia. Menurut Big Dady, dia sedang berada di sebuah apartement yang
tidak berpenghuni di daerah teeeetttttt….. dan membawa pasukan yang sangat
banyak dan sudah bersiap perang hidup atau mati. Tugas kita sederhana, tangkap dan seret dia
keluar”. Saat Jaka mengatakan hal itu, saya melihat temanku yang bernama Andi
langsung gemeteran dan merasa takut dalam hal ini. Pada waktu yang sudah
ditentukan dan pasukan yang sudah disiapkan, kami langsung diberangkatkan
menuju apartement yang dituju. Pasukanku sebenarnya hanya ada beberapa orang,
terdiri dari Jaka, Saya, Lee Christmast, Andi, Bill Smith, Willy Jean, Sam, Yin
Yang, Gunner, dan Maddog. Walaupun kami hanya memiliki pasukan yang sedikit,
tetapi kami cukup disegani oleh musuh-musuh kami. Setelah sampai disana, lalu
kami menyiapkan senjata kami yang sudah lengkap dengan alat-alat canggih.
Lalu kami turun dari mobil yang
membawa kami ke daerah yang dituju, kami menyiapkan strategi untuk menangkap si
Takada. Jaka mengatakan “Kita bagi dua kelompok, Saya (Jaka) lewat depan dengan
Bill, Willy, Sam, dan Maddog. Kamu lewat belakang bersama yang lainnya, kita
bertemu di lantai dua”. Saya hanya mengangguk. Jaka menambahkan “Saat saya
bilang go, kita langsung berpencar”. “baik” kata saya. Dan beberapa saat
kemudian Jaka Mengatakan “Go!!!...”, kami pun langsung berpencar dari barisan
dan mulai melaksanakan strategi tersebut. Saat sampai di pintu belakang, kami
tiba-tiba melihat dua orang pasukan Takada yang sedang berjaga di pintu dengan
membawa senjata. Saya dan Lee Christmast langsung menembakan peluru dari
senjata berperedam dengan cepat pasukan Takada pun tergeletak begitu saja. Lalu
kami masuk dari belakang dengan cepat, dan langsung menuju ke lantai dua untuk
bertemu dengan Jaka. Saat sudah berada dilantai dua Jaka dan pasukan yang
lainnya menghampiri kami untuk bersama-sama naik ke lantai tiga. Menurut Big
Dady Takada berada dilantai paling atas. Kami terus mengendap-endap sampai ke
lantai yang kami tuju, saat berada di lantai tiga disana aman tidak ada satupun
pasukan Takada yang berada disana. Begitu pula dengan lantai empat, lima, dan
enam. Tetapi pada saat dilantai tujuh, kami tiba-tiba melihat seorang pasukan
Takada yang sangat banyak sedang berkumpul di lorong tersebut sedang mengatur
strategi untuk mengusir kami dari apartementnya. Ternyata dari awal Takada
sudah mengetahui kita sudah berada di apartementnya, karena disana semua
aktivitas diintai oleh kamera tersembunyi. Dan saat itu pasukan Takada ada yang
melihat kami dan langsung menembakan peluru ke arah kami, kami langsung
berlarian kesana-kemari. Saya langsung memberanikan diri untuk membalas
tembakan mereka, setelah itu teman-teman saya ikut menembaki pasukan Takada
yang sangat banyak itu. Dan beberapa saat kemudian teman kami Andi tertembak
pas kena kepalanya, dia pun mati seketika. Setelah itu aku sangat marah karena
teman yang paling dekat denganku ditembak begitu saja di hadapanku. Aku
langsung mengambil geranat yang berada di kantong jaketku, lalu kutarik kunci
di geranat itu dan kusuruh teman-temanku untuk berhenti menembak karena saya
akan melempar granat. Setelah itu saya lempar ke arah mereka dan meledak sangat
dahsyat. Setelah meledak kulihat pasukan Takada sudah pada mati berserakan di
lorong lantai tersebut, dan kulihat Bill, Willy, dan Sam mati tergeletak di
lantai terkena tembakan dari mereka.
Dan setelah itu Jaka menyuruh saya naik
duluan ke lantai berikutnya. Saat sampai di lantai delapan saya bertemu kembali
dengan pasukan Takada yang lebih banyak dari yang tadi, aku pun langsung
menembaki mereka satu persatu sampai mati terjatuh di lantai. Dan tiba-tiba
Gunner dan pasukanku yang lainnya datang dengan membawa senjata yang sangat
besar dan memuntahkan peluru yang sangat banyak untuk membantuku mengalahkan
pasukan Takada. Dan seketika pasukan Takada sudah mati, kami pun bergegas ke
tempat Takada untuk menangkapnya. Setelah sampai di kamar Takada, tiba-tiba
kami dihadang oleh seorang pengawal pribadi Takada yang bernama Ajino Motor,
kami pun langsung saja menembaknya sampai mati. Dan akhirnya Takada Nasimura
dapat kami tangkap dan langsung kami bawa ke Jepang untuk dieksekusi.
Setelah semua selesai kami pun
langsung memberikan penghormatan terakhir kepada para pasukan kami yang gugur
dalam peperangan kemarin. “Kami akan selalu menghormati jasa-jasa kalian yang
sudah mengorbankan nyawa kalian untuk kebenaran. Selamat jalan kawan-kawan,
suatu hari nanti, kita akan membalas semua kebaikan kalian” Ujar Jaka.
-TAMAT-